#MATERIALAnakArsi

Kayu Solid

Kayu utuh dari batang pohon, dipakai untuk struktur, kusen, lantai, hingga plafon.

Rp3.500.000 – Rp28.000.000

Dinding

Kayu Solid

Disebut juga: kayu masif · solid wood

Rp3.500.000 – Rp28.000.000 / m³

Kisaran pasar Jabodetabek Diperbarui Sep 2026

Angka ini perkiraan pasar untuk estimasi awal, bukan penawaran resmi. Harga sebenarnya berbeda menurut mutu, volume, dan wilayah.

Deskripsi

Kayu solid adalah kayu utuh yang digergaji langsung dari batang pohon, tanpa direkatkan dari potongan kecil. Sifatnya sangat bergantung jenis: jati, merbau, bengkirai, kamper, dan meranti punya kekerasan, keawetan, dan harga yang berbeda jauh.

Kayu bersifat anisotropik — kekuatan dan pemuaiannya berbeda menurut arah serat. Ini yang membuat kayu bisa melengkung atau retak bila arah seratnya diabaikan saat merancang sambungan.

Lapisan & susunan

Kayu tidak berlapis secara bawaan, tetapi hampir selalu diberi lapisan pelindung:

  • Lapisan akhir: politur, melamik, cat duco, atau minyak kayu
  • Lapisan dasar (sanding sealer) untuk menutup pori
  • Dempul kayu pada bagian yang perlu diratakan
  • Badan kayu solid
  • Lapisan anti rayap dan anti jamur, terutama pada bagian yang bersentuhan dengan tembok atau tanah

Detail Konstruksi & Pemasangan

Batang ditebang lalu digergaji menjadi balok atau papan. Tahap paling menentukan berikutnya adalah pengeringan.

Kayu basah dari tebangan bisa mengandung air lebih dari 50 persen. Untuk pemakaian dalam ruang, kadar air harus diturunkan hingga sekitar 12–15 persen, baik lewat pengeringan alami berbulan-bulan maupun oven pengering (kiln dry) selama beberapa hari.

Kayu yang dipasang sebelum cukup kering akan menyusut setelah terpasang: kusen jadi renggang, pintu melengkung, dan sambungan terbuka. Ini penyebab paling umum masalah pekerjaan kayu, dan tidak bisa diperbaiki dengan finishing sebagus apa pun.

Proses pemasangan

  1. Pastikan kayu sudah kering sesuai peruntukan sebelum dikerjakan.
  2. Biarkan kayu beradaptasi dengan kelembapan ruangan beberapa hari sebelum dipasang.
  3. Kerjakan sambungan sesuai arah serat — hindari sambungan yang menahan susut melintang serat.
  4. Beri lapisan anti rayap pada permukaan yang menempel tembok atau lantai.
  5. Sisakan celah muai pada pemasangan lantai dan panel, umumnya 8–12 mm di tepi ruangan.
  6. Lakukan finishing pada seluruh sisi, termasuk sisi belakang yang tidak terlihat, agar penyerapan uap air merata.

Kelebihan

  • Hangat dan alami secara visual maupun sentuhan
  • Kuat terhadap tarik maupun tekan pada arah serat
  • Bisa diperbaiki: diamplas dan difinishing ulang berkali-kali
  • Bahan terbarukan bila berasal dari hutan terkelola
  • Mudah dikerjakan dengan alat sederhana

Kekurangan

  • Bergerak mengikuti kelembapan — memuai, menyusut, bisa melengkung
  • Rentan rayap dan jamur bila tidak dilindungi
  • Mudah terbakar
  • Jenis kayu keras berkualitas semakin mahal dan langka
  • Mutu sangat beragam; sulit dijamin tanpa pemeriksaan
  • Perlu perhatian pada asal kayu agar tidak dari pembalakan liar

Perawatan

Jaga kelembapan ruang tetap stabil. Perubahan kelembapan yang ekstrem, bukan usia, yang paling sering merusak pekerjaan kayu.

Bersihkan dengan lap lembap, bukan basah. Hindari air menggenang pada sambungan.

Lapisan akhir perlu diperbarui secara berkala — minyak kayu setiap 1–2 tahun, politur dan melamik ketika mulai kusam. Periksa berkala tanda serangan rayap: serbuk halus, lorong tanah, atau bunyi kosong saat diketuk.

Vendor yang memasok

Semua vendor →

Belum ada vendor yang tercatat untuk material ini. Punya rekomendasi vendor?

Material terkait