Kaca Float
Kaca lembaran hasil proses apung, bahan dasar hampir semua kaca bangunan.
Kusen & Bukaan
Kaca Float
Disebut juga: float glass · kaca bening · kaca polos
Rp120.000 – Rp520.000 / m²
Angka ini perkiraan pasar untuk estimasi awal, bukan penawaran resmi. Harga sebenarnya berbeda menurut mutu, volume, dan wilayah.
Deskripsi
Kaca float adalah kaca lembaran dengan kedua permukaan sangat rata, dihasilkan dengan mengapungkan lelehan kaca di atas timah cair. Hampir semua kaca bangunan — bening, berwarna, reflektif, tempered, laminated — berawal dari kaca float.
Tebal yang lazim: 5 mm untuk jendela biasa, 8–10 mm untuk pintu dan bidang lebar, 12 mm ke atas untuk kaca frameless.
Kaca float biasa pecah menjadi pecahan tajam besar. Untuk pintu, partisi, dan bidang setinggi badan, gunakan kaca tempered atau laminated — ini soal keselamatan, bukan pilihan gaya.
Lapisan & susunan
Kaca float polos tidak berlapis. Turunannya berlapis:
- Tempered — kaca float yang dipanaskan dan didinginkan mendadak. Sekitar 4–5 kali lebih kuat dan pecah menjadi butiran tumpul.
- Laminated — dua lembar kaca dengan film PVB di tengah. Saat pecah, pecahannya tetap menempel pada film.
- Insulated (double glazing) — dua lembar kaca dengan rongga udara atau gas di antaranya untuk menahan panas.
- Low-E — kaca dengan lapisan logam sangat tipis yang memantulkan panas radiasi.
Detail Konstruksi & Pemasangan
Pasir silika, soda abu, batu kapur, dan pecahan kaca daur ulang dilebur pada suhu sekitar 1.500 °C.
Lelehan kaca lalu dialirkan ke atas kolam timah cair. Karena kaca lebih ringan daripada timah, ia mengapung dan menyebar sendiri membentuk lembaran dengan permukaan yang rata sempurna di kedua sisi — inilah inti proses float.
Lembaran didinginkan perlahan melalui lorong pendingin (annealing lehr) supaya tegangan dalamnya hilang, lalu dipotong. Pendinginan yang terlalu cepat akan meninggalkan tegangan yang membuat kaca pecah sendiri di kemudian hari.
Proses pemasangan
Kaca tempered TIDAK bisa dipotong atau dibor setelah diproses. Seluruh lubang dan ukuran harus final sebelum dikirim ke pabrik tempering.
- Ukur bukaan dengan teliti; sisakan celah 3–5 mm di setiap sisi untuk toleransi dan pemuaian.
- Pasang blok penyangga (setting block) di bagian bawah agar kaca tidak bertumpu langsung pada rangka.
- Masukkan kaca ke dalam alur kusen atau jepit dengan list.
- Isi celah dengan sealant silikon netral — silikon asam dapat merusak lapisan kaca reflektif dan rangka aluminium.
- Gunakan alat vakum untuk mengangkat kaca berukuran besar.
Kaca yang bertumpu langsung pada rangka keras tanpa setting block akan retak dari titik tumpu saat rangka bergerak sedikit saja.
Kelebihan
- Meneruskan cahaya alami dengan baik
- Permukaan sangat rata sehingga bayangannya tidak berdistorsi
- Tidak menyerap air dan tidak lapuk
- Bisa diolah menjadi tempered, laminated, atau insulated sesuai kebutuhan
- Dapat didaur ulang
Kekurangan
- Getas; kaca polos pecah menjadi pecahan tajam besar
- Meneruskan panas matahari — bisa membuat ruang sangat panas tanpa pelindung
- Isolasi suara buruk pada kaca tunggal
- Berat, butuh rangka dan alat angkat memadai
- Tempered tidak bisa dimodifikasi setelah jadi
Perawatan
Bersihkan dengan air sabun dan karet pembersih. Hindari alat abrasif dan pembersih mengandung fluorida yang akan menggores permanen.
Periksa sealant secara berkala; sealant yang mengeras dan retak akan meloloskan air ke dalam rangka. Pada kaca ganda, embun yang muncul di dalam rongga menandakan seal telah bocor dan unit kaca harus diganti — tidak bisa dikeringkan.
Vendor yang memasok
Semua vendor →Belum ada vendor yang tercatat untuk material ini. Punya rekomendasi vendor?