#MATERIALAnakArsi

Genteng Beton

Genteng cetak dari campuran semen dan pasir, ukurannya presisi dan bobotnya berat.

Rp8.000 – Rp22.000

Atap

Genteng Beton

Disebut juga: genteng semen · concrete roof tile

buah

Rp8.000 – Rp22.000 / buah

Kisaran pasar Jabodetabek Diperbarui Sep 2026

Angka ini perkiraan pasar untuk estimasi awal, bukan penawaran resmi. Harga sebenarnya berbeda menurut mutu, volume, dan wilayah.

Deskripsi

Genteng beton dicetak dari campuran semen, pasir, dan pigmen warna, kemudian dikeraskan — bukan dibakar seperti genteng tanah liat. Ukurannya jauh lebih seragam sehingga pemasangannya rapi dan kebocoran akibat genteng tidak duduk rapat jarang terjadi.

Bobotnya berat, sekitar 40–60 kg per meter persegi, dan ini harus diperhitungkan sejak awal dalam desain rangka atap.

Warnanya berasal dari pigmen pada lapisan permukaan, sehingga akan memudar seiring waktu, terutama pada sisi yang terkena matahari langsung.

Lapisan & susunan

Penampang genteng beton:

  • Lapisan pelindung akrilik bening
  • Lapisan berpigmen warna, tebal sekitar 1 mm
  • Badan beton dari campuran semen dan pasir

Susunan atap lengkap:

  • Genteng beton
  • Reng
  • Kaso atau gording
  • Lapisan aluminium foil atau membran anti bocor (opsional, sangat dianjurkan)
  • Rangka kuda-kuda

Detail Konstruksi & Pemasangan

Semen, pasir kasar, air, dan pigmen dicampur menjadi adonan kaku. Adonan diekstrusi dan ditekan ke dalam cetakan baja yang bergerak menerus, menghasilkan genteng dengan profil dan ukuran yang seragam.

Genteng basah kemudian disemprot lapisan berpigmen dan lapisan pelindung, lalu dimatangkan dalam ruang lembap bersuhu terkendali selama beberapa jam hingga semen mengeras awal.

Genteng lalu ditumpuk untuk pematangan lanjutan selama beberapa minggu sebelum layak dipasang. Genteng yang dipasang terlalu muda masih menyusut dan lebih mudah retak.

Proses pemasangan

Jarak reng harus mengikuti ukuran genteng dari pabrikannya, dan kemiringan atap minimal umumnya 30 derajat. Kemiringan yang kurang membuat air merambat balik masuk ke bawah genteng saat hujan disertai angin.

  1. Pastikan rangka atap dirancang untuk memikul bobot genteng beton.
  2. Pasang reng dengan jarak sesuai spesifikasi pabrikan, ukur dari bawah ke atas.
  3. Mulai memasang dari sisi bawah, naik ke atas, dan dari arah berlawanan angin dominan.
  4. Kaitkan setiap genteng pada reng; ikat dengan sekrup atau kawat pada baris tepi, bubungan, dan area berangin kencang.
  5. Pasang genteng bubungan dengan adukan atau sistem kering pabrikan.
  6. Pasang flashing pada setiap pertemuan atap dengan dinding atau jurai.

Sebagian besar kebocoran atap genteng bukan berasal dari gentengnya, melainkan dari bubungan, jurai, dan pertemuan dengan dinding. Bagian inilah yang paling menentukan.

Kelebihan

  • Ukuran presisi sehingga pemasangan rapi dan rapat
  • Kuat, tidak mudah pecah saat diinjak untuk perawatan
  • Massanya meredam panas dan suara hujan dengan baik
  • Tahan api
  • Umur pakai panjang, puluhan tahun
  • Harga relatif terjangkau

Kekurangan

  • Berat, menuntut rangka atap yang lebih kuat
  • Warna memudar seiring waktu, tidak merata antara sisi teduh dan sisi terpapar
  • Berlumut di daerah lembap dan teduh
  • Butuh kemiringan atap cukup curam
  • Permukaannya menyerap air sehingga bobotnya bertambah saat hujan

Perawatan

Periksa atap setidaknya setahun sekali, terutama sebelum musim hujan. Yang dicari: genteng yang bergeser, retak, dan kondisi bubungan serta flashing.

Lumut dan jamur bisa disikat dan dicuci. Hindari penyemprot bertekanan sangat tinggi yang dapat mengikis lapisan pelindung dan justru mempercepat pemudaran.

Bila warna sudah sangat memudar, genteng bisa dicat ulang dengan cat khusus genteng beton — tetapi ini perawatan berkala, bukan sekali selesai.

Vendor yang memasok

Semua vendor →

Belum ada vendor yang tercatat untuk material ini. Punya rekomendasi vendor?

Material terkait